Minggu, 22 Agustus 2010

Agenda Kegiatan


AGENDA KEGIATAN

Agenda Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura Papua
Mulai tanggal 19 Februari 2010 s/d 19 Maret 2010

No
Tanggal
Ruang
Jenis Kegiatan
1
19 s/d 25 Feb 2010
Bag. Umum
  • Adminitrasi
  • Ceraka
  • Absensi
  • Adminitrasi Umum
  • Adminitrasi Umum untuk Pimpinan
  • Menerima Telepon
  • Pengetikan
  • Penggadaan/Stensil
  • Apel Pagi
  • Arsiparis
  • Operator Komputer
  • Menyusun Absensi Rapat


2
27 Feb s/d 05 Mar 2010
Bag. Rekam Medik dan Loket Pendaftaran
  • Pengelompokan diagnosa penyakit periode pada poli dan dokumen jumlah kunjungan
  • Pengelompokan diagnose rawat jalan polik kebidanan
  • Mengisi lembaran polik ke dalam status
  • Daftar identitas pasien baru dan lama
  • Membuat kartu baru dan mendaftar pasien dan menyimpan status

3
06 s/d 12 Mar 2010
SO Loket UGD
  • Menulis register pendaftaran pasien
  • Menyusun status pasien rawat inap dan rawat jalan


4
13 s /d 19 Mar 2010
Farmasi & Gudang Obat
  • Pelayanan resep dan penyerahan obat kepada pasien
  • Menyusun obat pada raknya dan pelayanan resep dan penyerahan obat
  • Mengambil obat pada gudang induk.


Motto


MOTTO

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikannya”, (Amsal:1;7)

Tanpa ada perjuangan, kemajuan takkan terjadi”
Hidup perlu cinta
Maka laluilah hari-harimu dengan penuh cinta dan kasih sayang
Hidup juga perlu kejujuran,ketekunan dan keuletan
Kehidupan tanpa kejujuran akan membahwa dalam jurang kehancuran
jangan pantang menyerah dalam hidup
Gapailah semua keinginan dan cita-citamu walaupun itu terasa berat
Tumbuhkan rasa saling percaya diantara sesama
Karena dengan percaya puji TUHAN kita akan hidup bahagia”

Orang yang bertekad baja tidak pernah menyerah pada ujian dan selalu melihat pada masa depan”

Tuhan akan membuat semuanya indah pada waktunya, tidak terlalu cepat,dan tidak pernah terlambat, tetapi selalu tepat pada waktunya”



GOD BLESS YOU



BAB V


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


  1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam Bab IV maka penulis dapat menarik kesimpulan :
  1. Berkas Prosedur Pelayanan Adminitrasi Pasien Rujukan adalah milik sarana pelayanan kesehatan yang isinya adalah milik pasien yang harus dijaga kerahasiannya. Kerahasian isi berkas rekam medis menjadi tanggung jawab dokter, direktur rumah sakit, petugas rekam medis dan pasien.
  2. Rumah Sakit Umum Abepura telah menjalankan pelayanan Administrasi Pelayanan Rujukan Pasien dengan baik dan dapat membuat laporan berkala sebulan sekali kepada Dinas Kesehatan Provisi Papua.
  3. Rumah Sakit Umum Daerah Abepura telah menjalankan kewajiban pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang berlaku. Adanya pelayanan ini berkaitan dengan aktivitas sosial Rumah Sakit Umum Abepura sebagai bukti nyata bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Abepura sangat peduli terhadap pelayanan jasa kesehatan.





  1. Saran
Adapun saran bagi RSUD Abepura antara lain:
  1. Untuk petugas yang menulis segala informasi tentang keadaan pasien sebaiknya memperhatikan penulisan serta diagnosa, sehingga meminimalisasikan waktu petugas dari rekam medik untuk mencari berkas rekam medik yang dapat dikelola dengan baik.
  2. Sebaiknya berkas rekam medik tidak diganti dengan lembar rekam medik yang baru, tetapi dengan mengoreksi serta menaruh tanggal pengkoreksian.
  3. Sebaiknya kelengkapan data pasien baik data sosial maupun data rekam medik benar-benar diperhatikan kelengkapannya. Hal ini untuk menunjang terciptanya pembuatan dokumentasi yang baik dan benar.
  4. Jika belum sesuai prosedur Tenaga Pelayanan Medical Record harus teliti dalam pemberian nomor status Pasien Rujukan dalam penyimpanan kembali berkas medisnya agar mempermudah pencarian kembali berkas tersebut.





BAB IV


BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN

  1. ANALISA
Rumah Sakit Umum Daerah Abepura adalah rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit Umum Daerah Abepura memiliki fungsi utama untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan yang sempurna kepada pasien, baik pasien Rawat Jalan, Rawat Inap, maupun pasien Rawat Gawat Darurat. Rumah Sakit Umum Abepura diharapkan dapat selalu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mengutamakan upaya penyembuhan penyakit dan pemulihan kepada pasien.
Untuk terus meningkatkan dan mempertahankan mutu serta kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah kepada pasien atau masyarakat Abepura dengan harapan adanya dukungan dari beberapa faktor. Selain sumber daya manusianya yang handal dan professional, adanya Sistem Pelayanan atau Pengelolaan yang ditujukan kepada Pelayanan Administrasi Pasien Rujukan yang baik dan sangat mendukung dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan tersebut. Perlu diketahui, bahwa pelayanan atau pengelolaan yang kurang baik akan mempengaruhi terhadap jalannya rumah sakit, karena mutu pelayanan kesehatan rumah sakit akan berkualitas apabila pelayanan atau pengelolaan pelayanannya sesuai dengan standar yang berlaku.
Aplikasi sistem pengelolaan pelayanan Administrasi Pasien Rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura sebagai berikut:
  1. Cara pengurusan penyimpanan dari sisrem penyimpanan berkas rekam medis pasien rujukan di rumah sakit umum Abepura
  1. Cara pengurusan dan penyimpanan berkas rekam medis
Pengarsipan atau penyimpanan rekam medis di rumah sakit umum Abepura menggunakan sistem sentralisasi dimana rekam medis rawat jalan dan rekam medis pasien rujukan disimpan dalam satu ruangan. Berkas rekam medis rawat jalan dan rawat inap disimpan dalam satu folder (berkas rekam medis untuk pasien pasien rujukan) dan berkas rekam medis terpisah (berkas rekam medis rawat jalan dan berkas rekam medis rawat inap menggunakan map), hal ini bertujuan untuk mengemat waktu dalam proses pencarian kembali berkas rekam medis, sehingga pasien yang mendapatkan pelayanan lebih cepat. Selain itu juga sistem sentralisasi dapat meringankan beban kerja yang dilaksanakan oleh petugas karena pengurusan pengarsipan terpusat pada satu ruangan saja.
Kegunaannya :
    1. Mengurangi terjadinya duplikasi dalam pemeliharaan dan penyimpanan rekam medis.
    2. Dapat mengurangi jumlah biaya yang di keluarkan untuk peralatan dan ruangan.
    3. Memungkinkan peningkatan efesiensi kerja petugas penyimpanan
  1. Sistem penyimpanan
Sistem penyimpanan berkas prosedur pasien rujukan di rumah Sakit Abepura menggunakan sistem penyimpanan menurut nomor. Dimana sistem penyimpanan menurut nomor langsung digunakan untuk berkas rekam medis pasien umum dan BUMN, disimpan berdasarkan nomor langsung yang diurut dari angka terkecil. Hal ini dilakukan karena berkas rekam medis rawat jalan dan rawat inap.
  1. Ketentuan dasar penyimpanan
  1. Rekam medis yang dikembalikan ke bagian rekam medis, harus dipilih menurut nomornya sebelum disimpan.
  2. Hanya petugas rekam medis yang berhak menangani penyimpanan rekam medis.
  3. Rekam medis yang sampulnya rusak atau lembarannya lepas harus diperbaiki untuk mencegah makin rusaknya alau hilangnya lembaran-lembaran rekam medis.
  4. Dilakukan pengamatan secara berkala terhadap penyimpanan.
  5. Petugas penyimpanan harus memelihara kerapian dan teraturnya penyimpanan.
  1. Fasilitas fisik penyimpanan berkas rekam medis
Untuk menciptakan kelancaran dalam proses penyimpanan berkas rekam medis, rumah sakit Abepura memiliki beberapa fasilitas penyimpanan, antara lain:

  1. Ruangan penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 8x6 m yang menyatu dengan loket pendaftaran.
  2. Memiliki dua buah kipas angin untuk menjaga kelembaban ruangan penyimpanan.
  3. Memiliki 11 buah rak penyimpanan.
  4. Sampul pelindung rekam medis
  5. Guide yang digunakan sebagai pembatas antar folder.
  1. Batas waktu penyimpanan
Adapun penentuan batas waktu penyimpanan berkas rekam medis di rumah sakit Abepura, sebagai berikut:
  1. Dokumen rekam medis aktif diberi batas waktu 2 tahun dihitung sejak pasien keluar rumah sakit (rawat jalan maupun rawat inap).
  2. Dokumen rekam medis inaktif terhitung lebih dari 2 tahun sejak tanggal pasien keluar atau berobat selanjutnya dimusnahkan setelah lebih dari 5 tahun.
  3. Apabila dokumen rekam medis aktif sudah tidak tersedia di tempat penyimpanan, maka secara sistematik diadakan penyusutan sesuai dengan jumlah pertumbuhan rekam medis baru.
  1. Penyusutan rekam medis
Penyusutan rekam medis adalah suatu kegiatan pengurangan arsip dari rak penyimpanan, dengan cara :
  1. Memisahkan arsip rekam medis inaktif, dengan cara memilih berkas rekam medis sesuai dengan tanggal terakhir pasien berobat.
  2. Memusnahkan berkas rekam medis dengan ketentuan mengarsipkan resume rekam medis pada suatu rak khusus.
Tujuan dari penyusutan yaitu :
  1. Mengurangi jumlah rekam medis yang semakin bertambah.
  2. Menyiapkan fasilitas untuk tersedianya tempat penyimpanan berkas rekam medis baru.
  3. Tetap menjaga kualitas pelayanan dengan mempercepat penyiapan rekam medis.
  1. Sistem Pencatatan
Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat serta dokter yang merawat pasien wajib mencatat semua perkembangan pasien, setiap kali melakukan pemeriksaan dan yang dicatat dalam lembar tindakan dan observasi yang tclah disediakan oleh petugas Rekam Medis dalam lembar status pasien. Sebelum pasien dirawat harus menandatangani surat pernyataan atau persetujuan perawat. Surat tersebut ditandatangani oleh keluarga dekat pasien atau yang bertanggung jawab (orang tua atau saudara) dari pasien tersebut. Diagnosa sementara ditulis oleh dokter yang menerima pasien atau dokter yang merawat.
Kumpulan catatan pasien yang datang ke unit pelayanan kesehatan dicatat dalam bentuk buku yang sering disebut buku register yang merupakan sumber data utama kegiatan Rumah Sakit. Pengisian dalam bentuk buku register dikerjakan oleh masing-masing petugas di unit pelayanan. Setiap hari petugas di unit pelayanan harus membuat sensus harian pasien masuk yang telah disediakan oleh petugas Rekan Medis. Sensus harian yang telah disediakan dalam status Rekam Medis yang disediakan oleh petugas Rekam Medis. Sensus harian ini sangat berguna di dalam pengolahan data medis selanjutnya yang digunakan sebagai bahan untuk data pasien yang dirawat. Sistem penomoran yang digunakan RSUD Abepura yaitu menggunakan 6 (enam) digit untuk nomor rawat inap dan rawat jalan.
  1. Sistem Pengumpulan Data
Status pasien pulang harus diisi lengkap dan dikembalikan ke bagian Rekam Medis paling lambat 7 hari. Setelah pasien pulang dari Ruang Perawatan namun sering terjadi keterlambatan sampai 14 hari. Hal tersebut dapat mempengaruhi Rekam Medis, berkas Rekam Medis pasien rawat inap segera dikembalikan ke ruang Rekam Medis dan dicatat dalam register rawat inap dan diberi koding sesuai dengan ICD 10, yaitu direkap menjadi laporan bulanan dan triwulan pasien rawat inap. Prosedur pengkodean (pengkodean klasifikasi penyakit dan operasi) di RSUD Abepura menggunakan buku kode penyakit (diagnosa). Pemberian kode pada berkas Rekam Medis pasien rawat inap. Berkas yang sudah lengkap pengisiannya diberi kode pada diagnosa dan tindakan serta penyebab cedera atau keracunan juga penyebab kematiannya.
Berkas prosedur pelayanan administrasi pasien rujukan untuk pasien pulang diserahkan ke ruang rekam medis kemudian di assembiling dan pada akhimya di filling. RSUD Abepura mengunakan assembling atau perakitan di mana merupakan penyatuan lembar rekam medis yang di lakukan oleh petugas pengelolah rekam medis. Lembar rekam medis yang berasal dari ruang perawatan disusun dan di masukan ke dalam kolom register rawat inap. Berkas prosedur Prosedur Pelayaan Administrasi Pasien Rujukan merupakan lembar pengisian keadaan riwayat penyakit pasien di rumah sakit diharuskan untuk menjaga kerahasiaan tentang riwayat penyakit pasien. Apabila prosedur pelayanan Administrasi Pasien Rujukan diganti dengan status lembar yang baru dapat mempengaruhi kepercayaan serta ketidakpuasan pasien dalam hal pelayanan. Sebaiknya lembar prosedur pelayanan administrasi tidak diganti agar tidak terjadi “serolling” dari satu data ke data yang lain sehinga tidak memakan waktu.
Berkas Prosedur Pelayanan Administrasi Pasien Rujukan yang belum lengkap pencatatannya diberikan catatan permohonan kepada dokter yang bersangkutan dan diminta sesuai jadwal dokter tesebut. Jika terjadi pengkoreksian sebaiknya hanya di coret tanpa dihapus. Koreksi dilakukan dengan menambah tanggal koreksi dan tandatangani dokter yang merawat. Hal ini dapat meminimalisasikan pengeluaran lembar status yang baru bagi pasien dan meminimalisasikan pengeluaran Rumah Sakit.
  1. Sistem Penyimpanan
Sitem penyimpanan Berkas rekam medis RSUD Abepura menggunakan sistem desentralisasi dan sentralisasi RSUD Abepura dikatakan sentralisasi, apabila sitem penyimpanan rekam medis atau semua pekerjaan dalam Rumah Sakit tersebut dibedakan dan dilaksanakan oleh satu kelompok dalam organisasi. Dan dikatakan desentralisasi, ketika semua pekerjaan atau penyimpanan Rekan Medis dalam Rumah Sakit tidak hanya dibedakan dan dilaksanakan oleh satu kelompok dalam organisasi atau Rumah Sakit tersebut. Dimana adanya pemisahan antara Rekam Medis pasien rawat inap da rawat jalan scbelum status Rekam Medis disimpan. Berkas Rekam Medis diberi identitas untuk memudahkan pencarian, bisanya diberi identitas dengan status pasien pada pihak bangsal dengan bulan yang bersangkutan. Rekam Medis rawat jalan dikelola atau disimpan dalam satu kesatuan, satu folder, dengan satu nomor agar lebih dapat mengetahui status dari pasien yang membutuhkan perawatan pada suatu Rumah Sakit.
  1. Sistem Registrasi Pasien
Registrasi pasien di RSUD Abepura sangat penting dilakukan, baik secara manual maupun secara elektronik (Komputerisasi). Register pasien adalah catatan yang dibukukan secara kronologis tentang berbagai kegiatan pelayanan terhadap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura. Buku register adalah buku catatan tentang kegiatan Rumah Sakit atau buku catatan pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada masyarakat.
Jenis register yang dapat dilakukan di unit Rekam Medis adalah :
    1. Register penomoran (register pasien baru)
    2. Register kunjungan rawat jalan
    3. Register pasien masuk dan keluar rawat jalan
    4. Register kelahiran
    5. Register kematian
    6. Register unit gawat darurat
     Di RSUD Abepura setelah melakukan register terhadap pasien ada juga pengelolaan sensus harian pasien rawat inap dan pasien rawat jalan. Sensus ruwat inap pada ruang perawatan adalah merupakan sarana untuk memonitor keberadaan pasien di ruang perawatan.
Sensus dibuat di masing-masing ruang perawatan yang menggambarkan tentang jumlah pasien antara lain :
    1. Jumlah sisa pasien hari sebelumnya
    2. Pasien masuk perawatan
    3. Pasien pindahan dari bangsal atau ruang perawatan lain
    4. Pasien dipindah ke bangsal atau ke ruang lain
    5. Pasien ke luar perawatan
    6. Pasien meninggal dan sisa pasien yang masih dirawat
Sensus dibuat setiap hari yang menggambarkan pasien dari jam 00.00 sampai dengan jam 24.00 pada ruang atau bangsal atau ruang yang bersangkutan. Setiap hari (Pagi) sensus dikirim ke unit Rekam Medis dan dilakukan pengecekan tentang keberadaan pasien di masing-masing ruang atau bangsal perawatan. Pada sensus harian di RSUD Abepura yang bersumber dari seluruh kegiatan pelayanan yang dilakukan di Rumah Sakit, sumber informasi data di RSUD Abepura adalah melalui register harian dan dokumen medis.
Pasien baru adalah pasien yang baru pertama kali berkunjung dan belum memiliki berkas Rekam Medis yang bisa dijadikan sebagai bukti bahwa pasien tersebut belum pernah dirawat di Rumah Sakit yang memberikan perawatan pada sensus harian rawat inap dan rawat jalan dibuat di masing-masing bangsal perawatan dan memuat pasien-pasien yang dirawat pada satu hari periode rawatan yaitu keadaan pasien dari jam 00.00 sampai 24.00. Dibuat dan diisi oleh perawat bangsal perawatan.
Bangsal harian memiliki informasi-informasi yang dapat dilihat, antara lain :
    1. Jumlah tempat tidur yang tersedia
    2. Pasien pulang hidup atau keluar atau pindah ke Rumah Sakit lain
    3. Sisa pasien yang masih dirawat

  1. Tujuan sensus harian rawat jalan di RSUD Abepura antara lain :
  1. Untuk memperoleh pasien pada ruang perawatan di RSUD Abepura selama 24 jam
  2. Untuk mendapatkan bahan pelaporan tentang kegiatan pelayanan perawatan di Rumah Sakit
  1. Kegunaan sensus harian rawat jalan di RSUD Abepura antara lain :
  1. Untuk mengetahui jumlah pasien yang berkunjung di unit rawat jalan serta informasi lain yang diperlukan
  2. Sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Rekam Medis yang tidak dikembalikan ke unit Rekam Medis setelah selesai pelayanan di poliklinik
Sensus harian rawat inap di RSUD Abepura, antara lain ;
  1. Untuk mengetahui jumlah pasien yang masuk, pasien keluar. Pasien perpindahan antara bangsal dan pasien meninggal di Rumah Sakit
  2. Untuk mengetahui tingkat penggunaan tempat tidur pada ruang perawatan
  1. Administrasi Pasien RujukanUmum
Setiap pasien rujukan umum baik yang datang dari puskesmas, atau dokter praktek swasta menyerakan surat rujukan ke loket penerimaan pasien rawat jalan untuk rujukan poliklinik atau ke tempat penerimaan pasien rawat inap, untuk rujukan gawat darurat surat rujukan diserakan kepada unit rawat inap. Kemudian petugas mencatat dalam buku register khusus pasien rujukan data-data pasien adalah sebagai berikut :
      1. Tanggal kunjungan
      2. No rekam medis
      3. Umum
      4. Pekerjaan
      5. Diagnosa
      6. Poliklinik atau ruang perawatan pasien, instalansi, tanggal surat rujukan, nama instansi, dokter pengirim jenis pelayanan yang diminta
    1. Administrasi Pasien Rujukan Askes
Setiap pasien peserta askes yang dirujuk dari pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama (Poliklinik Rumah Sakit kelas D, puskesmas, BP) menyerahkan surat rujukan ke loket pendaftaran poliklinik untuk pasien rawat jalan dan ketempat pasien rawat inap. Bagi pasien askes yang memerlukan penanganan gawat darurat, maka pasien harus segera dilayani, kemudian harus dibuat surat keterangan kusus gawat darurat oleh dokter instansi gawat darurat untuk dipergunakan sementara waktu, pasien atau keluarga pasien mengurus surat rujukan kepelayanan kesehatan tingkat pertama setelah keadaan krisis atau darurat teratasi dan mencarikan surat rujukan kepada petugas UGD untuk disatukan sama kartu pelayanan gawat darurat.
  1. Sistem Penerimaan Pasien
Bagi pasien baru prosedur penerimaan pasien rawat inap dan jalan adalah sebagai berikut:
    1. Petugas menyiapkan lembar rawat inap termasuk kartu obat dan kartu Tindakan
    2. Petugas melengkapi data sosial data pasien. Dalam hal pembayaran yang telah disediakan oleh petugas Rekam Medis pada lembar pertama status Rekam Medis pasien
    3. Status Rekam Medis serta kartu obat, dan gambar tindakan diserahkan oleh petugas untuk diantar di ruang perawatan
    4. Pasien yang masuk Instalasi Rawat Darurat (IRD) dan kirim di bangsal perawatan. Sebelumnya pasien yang akan diopname harus mengisi lembar status yang telah disediakan oleh bagian Rekam Medis untuk mencatat semua tindakan yang dilakukan oleh perawat di IRD, serta hasil diagnosa sementara dan informasi tentang data pasien mulai dari nama, jenis kelamin, riwayat penyakit pasien sampai dengan status pasien dalam sistem pembayaran pasien
    5. Pasien yang tidak emergency misalnya dengan rencana operasi dapat masuk melalui klinik rawat jalan
    1. Pasien yang masuk dan dirawat di ruang perawatan semuanya dicatat dalam buku register
    2. Administrasi Rujukan Pasien Jamkesda
Setiap pasien Jamkesda yang dirujuk harus menyerakan surat konsul program jaminan pemeliharaan kesehatan ke loket pendaftaran lalu petugas loket mendaftaran memeriksa dan mencatat di buku register data-data pasien tersebut No. peserta Jamkesda nama pasien, jenis kelamin umur, pekerjaan status hubungan keluarga,
    1. Administrasi Rujukan Pasien Umum
Setiap pasien Umum yang dirujuk harus menyerakan surat konsul program jaminan pemeliharaan kesehatan ke loket pendaftaran lalu petugas loket pendaftaran memeriksa dan mencatat dibuku register data-data pasien tersebut No. peserta umum nama pasien, jenis kelamin umur, pekerjaan, status hubungan keluarga.

  1. Pembahasan
Sistem Prosdur Pelayanan seperti apa? di Rumah Sakit Umum Daerah Abepura
  1. Pelaksanaan tugas di RSUD Abepura yang berhubungan dengan Prosedur Pelayanan Administrasi Pasien Rjukan selalu bekerja sama dan saling mendukung dengan Rekam Medis yang ada di RSUD Abepura yang bertanggung jawab menyimpan berkas Rekam Medis yang memiliki kerahasiaan.
  2. Sistem pencatatan, sistem penerimaan pasien, alur pasien, serta sistem penyimpanan dan sistem pengumpulan data sudah terlaksana dengan baik sesuai prosedur yang ada sampai dengan pemusnahan berkas Rekam Medis. Namun demikian masih terdapat beberapa masalah dalam pelaksanaannya seperti keterlambatan pengambilan berkas rekam medik dari pasien rawat inap di ruang perawatan masing-masing bangsal, serta adanya pergantian berkas rekam medik yang terjadi.
  3. Pelaksanaan prosedur pasien masuk dan pasien keluar pada rawat inap dan rawat jalan sesuai dengan prosedur, namun masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperhatikan seperti data diagnosa pasien yang kurang jelas sedangkan prosedur koding dan indeks sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di RSUD Abepura, akibat dari keterbatasan pendukung dalam pengelolaan rekam medis yang baik, maka RSUD Abepura masih menggunakan sistem manual dalam pengelolaan rekam medik tersebut.
  4. Di RSUD Abepura juga ada sistem register, dimana adanya lembaran register untuk pencatatan data-data atau identitas pasien yang membutuhkan pelayanan agar pasien merasa puas dan dapat memberikan kepercayaan yang baik dalam pelayanan.
  5. Kelemahan
Sistem penyimpanan berkas rekam medis rujukan pasien di rumah sakit
    1. Sistem penyimpanan berkas rekam medis rujukan pasien sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan prosedur yang ada sampai dengan pemusnahan berkas rekam medis pasien. Namun demikian masih terdapat beberapa masalah dalam pelaksanaannya seperti keterlambatan pengambilan berkas rekam medik dari pasien rawat inap dan rawat jalan serta adanya pergantian lembar berkas rekam medik yang terjadi.
    2. Pelaksanaan prosedur pasien masuk dan pasien keluar pada rawat inap sudah sesuai dengan prosedur, namun masih terdapat beberapa kekurangan yang masih harus diperhatikan seperti data diagnose pasien masih kurang jelas sedangkan pelaksanaan koding dan indeks sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di RSUD Abepura akibat dari keterbatasan dalam pengolahan rekam medik di rumah sakit tersebut.
    3. Keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis belum juga terjaga dengan baik karena masih ada orang ketiga yang keluar masuk ruang penyimpanan berkas rekam medis di bagian rawat jalan dan rawat inap, oleh karena itu rumah sakit selaku pemilik berkas rekam medis bertanggung jawab untuk melindungi informasi dalam rekam medis terhadap kemungkinannya hilangnya keterangan, pemalsuan data maupun penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bcrwewenang.
  1. Kelebihan
Sistem penyimpanan berkas rekam medis pasien rujukan di Rumah Sakit Abepura.
Untuk menciptakan kelancaran dalam proses penyimpanan berkas rekam medis, menciptakan kelancaran dalam proses penyimpanan berkas rekam medis, Rumah Sakit Abepura memiliki beberapa fasilitas penyimpanan antara lain :
  1. Ruangan penyimpanan berkas rekam medis yang berukuran 8x6 yang menyatu dengan loket pendaftaran.
  2. Memiliki dua buah kipas angin untuk menjaga kelembaban ruangan peyimpaan.
  3. Memiliki 11 buah rak penyimpanan
  4. Sampul pelindung rekam medis Guede yang digunakan sebagai pembatas antara folder
  5. Berkas Posedur Pelayanan Administrasi Pasien Rujukan hanya petugas rekam medis yang berhak menangani penyimpanan dan juga apabila berkas rekam medis yang rusak atau lembarannya lepas akan segera diperbaiki oleh petugas rekam medis. Penyusutan rekam medis adalah sualu kegiatan pengurangan arsip dan rak peyimpanan yang dilakukan petugas rekam medis antara lain:
      1. Memisakan arsip rekam medis yang semakin bertambah.
      2. Memusnakan berkas rekam medis dengan ketentuan mengarsipkan resume rekam medis pada suatu rak khusus.
Tujuan dari penyusutan yaitu:
      1. Mengurangi jumlah rekam medik yang semakin bertambah
      2. Menyiapkan fasilitas untuk tersedianya tempat penyimpanan berkas rekam medis.
      3. Tetap menjaga kualitas pelayanan dengan mempercepat penyimanan rekam medis.